Dua Cewek Dipaksa jadi Pelacur
Posted by
Indo - Comtech at Minggu, 07 Juni 2009
|
Share this post:
|
Subuh yang mendebarkan, buat Sulfiah (25) dan Aminah (26). Hari itu Selasa (17/2) di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun. Mereka baru saja terlepas dari petaka. Nyaris saja, mereka menjadi dagangan sindikat penjualan wanita. Kedua wanita asal Jakarta ini nekat melarikan diri sebuah bangunan ruko. Namun, tiba di pelabuhan keduanya pun masih kebingunan mesti kemana. Yang pasti, mereka tidak ingin kembali lagi ke dalam ruko tempat mereka disekap sebelumnya. Beruntung, sebuah Pos penjagaan Satpol PP berada tidak jauh dari pelabuhan. Dengan harapan baru, keduanya pun memasuki pos itu dan menceritakan naas yang baru saja mereka alami.
Petugas yang menirima laporan langsung saja membuat berita acara pemeriksaan. Perlahan kedua wanita itu pun bercerita bergantian. Keduanya mengaku berasal dari Jakarta yang beralamat di Muara Baru RT 2 RW 3 Kelurahan Penjaringan Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara.
Cerita naas itu berawal Senin (16/2). Kedua wanita ini bertemu seseorang yang menjanjikan pekerjaan dengan upah menggiurkan di Tanjung Balai Karimun. “Dijanjikan jadi pembantu,” ujar keduanya menceritakan awal perjalanan mereka ke Karimun.
Secara logika, gaji yang dijanjikan pun tidak masuk akal. Keduanya dijanjikan oleh sindikat penjualan wanita itu, Rp20 juta perbualannya. Tapi, bujuk rayu membuat kedua wanita itu tidak berpikir panjang lagi. Keduanya setuju dan langsung bersedia untuk ikut ke Karimun.
“Makanya kedua cewek ini setuju dibawa kemari,” tutur Kepala Seski Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantibum) Sat Pol PP Kabupaten Karimun R Toni Sugestiana, kemarin, usai melakukan pemeriksaan kepada kedua korban.
Hari itu juga dari Jakarta, Toni mengatakan, kedua wanita itu dinaikkan ke pesawat dengan tujuan Batam lalau dibawa ke Karimun. “Begitu sampai di Karimun, mereka pun dijemput dengan mobil Kijang dan dibawa ke lokalisasi,” terang Toni.
Awalnya kedua korban belum mencium tujan jahatan si penawar kerja. Tapi mereka sudah masuk perangkap. Ketika tiba lokalisasi, kedua cewek ini langsung dimasukan ke dalam kamar, dan dilarang keluar. “Mereka cerita mereka dikasih makan seperti binatang. Setelah itu, mereka dipaksa untuk melayani tamu, tapi kedua cewek ini tak mau, makanya mereka berdua terus disekap di dalam kamar,” paparnya.
Beruntung kedua korban pun masih bisa bertahan. Keduanya terus menolak saat dipaksa untuk melayani pria hidung belang. Hingga akhirnya, subuh itu mereka pun berhasil kabur. “Sekarang korban kita titipkan di LSK Kasih Puan,” jelas Toni.
Sayang karena orang baru di Karimun, kedua korban tidak bisa mengenali dengan pasti tempat mereka disekap. Saat berhasil keluar dari Ruko, keduanya tidak lagi berpikir soal alamat. Korban langsung memanggil tukang ojek dan minta diantarkan ke pelabuhan.
Sementara itu kasus ini pun masih juga dalam proses penyelidian pihak berwajib Polresta Karimun. Polisi masih mencari tahu, jaringan sindikat penjualan wanita yang nyaris saja menjual kedua korban tersebut.
Dari cerita kedua cewek itu, mereka masih sedikit mengingat tempat mereka disekap. Menurut Toni, mereka dibawa ke sebuah lokalisasi. “Kalau melihat keterangan si cewek itu, sepertiya mereka dibawa ke lokalisasi Ruko Kapling,” lanjut Toni. Cerita korban, pintu tempat lokalisasi tersebut menggunakan pintu besi yang besar, dan di depannya banyak semak-semak.
Untuk menindak lanjuti laporan itu, Satpol PP pun sempat membawa korban ke Ruko Kapling. Sayang tidak ada yang mengakui telah menyekap kedua cewek ini. Kedua cewek ini kembali mengaku lupa tempat mereka disekap.
Agar penyelidikan lebih seksama, akhirnya dua cewek asal Jakarta ini, dihantar petugas Sat Pol PP Kabupaten Karimun ke Polres Karimun untuk membuat Laporan Polisi (LP). “Jika mendengar kisah dua cewek ini, kasus ini sudah termasuk trafiking,” imbuh Toni. Tapi, lanjutnya biarlah polisi yang mengungkap kasus ini, dan siapa otak dibalik kasus ini.
Beruntung korban berhasil kabur dari tempat mereka disekap. Kalau tidak, “Mereka bisa jadi PSK di Bumi Berazm,” lanjut Toni lagi.

About
Contact