We have new forums at NiteshKothari.com
TopBottom
Announcement: wanna exchange links? contact me at clwolvi@gmail.com.

ABG SMP Dicabuli Di Ruko Kosong

Posted by Indo - Comtech at Senin, 08 Juni 2009
Share this post:
Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Yahoo Furl Technorati Reddit

MW, ABG Kelas III SMP berusia 15 tahun, termakan rayuan. Perawannya direnggut di lantai II sebuah ruko kosong oleh pemuda yang baru sekali dia temui.

Sabtu siang, kantor Polsekta Bukit Bestari di KM 3 Tanjungpinang nampak lebih sibuk. Langkah petugas lebih cepat mondar mandir keluar dari satu ruangan, lalu masuk ke ruangan lain. Ada seorang pemuda mengenakan seragam tahanan digandeng polisi berseragam serta berpakaian preman.

"Ya, itu. Dia tersangka pencabulannya," kata Kapolsekta Bukit Bestari, AKP Arifin Efendi kala itu.
Namanya lengkap pemuda yang statusnya sebagai tersangka itu panjang, Panca Indra Arya Wirya Santika. Pemuda berusia 20 tahun ini mengaku lebih senang jika dipanggil dengan sebutan Panca. Ia tinggal di Perumahan Ganet KM 11, tamatan SD, dan kesehariannya sebagai buruh lepas.
"Iya om, saya akui. Cuma satu kali saja," katanya ketika ditanya AKP Arifin Efendi soal pencabulan yang dia lakukan kepada MW.

Sepekan lalu, Panca merasa senang sms yang dia kirimkan kepada MW dibalas. Ajakan perkenalannya disetujui. Ia ketika itu tak tahu bagaimana paras gadis yang nomor hapenya di dapat dari teman MW yang rumahnya tak jauh dari rumah Panca. Ia bahagia saja. Sudah lama tak punya pacar.

"Semua pacar saya ada enam. Tapi gitulah, semua sudah putus," ujarnya.

Semenjak perkenalan melalui SMS itu, gayung terus bersambut. Setiap ada kesempatan, ibarat pantun, mereka berdua berbalas sms. Tak tahu siang, atau pun malam. Ucapan makin lama makin dalam. Kata-kata cinta mulai disampaikan.

Sampai akhirnya Panca bosan. Menelepon atau sms saja tak cukup. Dia lalu mengajak MW untuk bertemu. Gadis yang tinggal menunggu hasil kelulusan itu pun setuju. Pada Rabu (3/6) sore,Panca yang sebelumnya menenggak minuman keras bersama temannya, menjemput MW di samping rumahnya di sekitar Jalan Basuki Rahmat. MW kemudian diajak Panca pergi menggunakan sepeda motor pinjaman. Sore itu, mereka duduk-duduk di Komplek Pertokoan Bintan Centre, ngobrol bersama teman Panca yang juga ketika itu bersama pacarnya.

Obrolan mereka biasa, layaknya muda-mudi lainnya. Hingga sore itu, antara Panca dan MW belum ada komitmen soal status mereka. Pacaran atau tidak belum jelas.

Dan sore pun berganti malam. Jam mulai bergeser mendekati larut. Ketika itu sudah pukul sepuluh lewat saat Panca mengajak MW pindah ke lokasi lain. MW yang masih lugu itu anehnya manut saja. Mungkin dia dibutakan perasaan. Ia tak menolak saat dia diajak lelaki yang baru saja dia kenal, naik ke sepeda motor untuk dibawa ke suatu tempat yang belum dia ketahui dimana.

Sepeda motor rupanya diarahkan Panca ke sebuah bangunan berbentuk ruko yang terletak di Anggrek Merah, KM 5. MW yang merasa asing dengan bangunan itu, dituntun masuk ke dalam ruko kosong yang sama sekali tak ada penerangan itu. Mereka tak berdua, teman Panca bersama teman kekasihnya di Bintan Centre tak pula ketinggalan ikut serta.

Panca sangat hafal tempat itu. Mereka berempat melalui tangga, menuju lantai II, yang ternyata terdapat dua buah kamar yang posisinya berdempetan. Dua pasang muda-mudi itu lantas menempatkan diri mereka masing-masing dalam kamar berbeda.

"Saya tak tahu lagi apa yang dilakukan kawan saya bersama pacarnya di sebelah," kata Panca.
Pemuda kurus itu lalu menyalakan lilin yang rupanya telah dia siapkan. Lalu, mulailah dia memulai aksinya. Mulutnya yang masih membekas sisa minuman "Apek Botak", mulai mengumbar kata-kata menyanjung wanita yang berada di hadapannya. MW terlena. Dia terpedaya dengan kata-kata manis Panca.

Sampai akhirnya, Panca yang sepertinya tak punya keraguan itu dengan tegas mengajak MW bercinta.

"Awalnya dia tak mau. Dia katanya takut," kata Panca.
Tapi, ia tak patah arang. Dia berusaha meyakinkan MW bahwa akan bertanggungjawab jika nantinya terjadi sesuatu hal. Lama-kelamaan, nyali MW kendur juga. Selanjutnya gadis itu hanya diam ketika tangan Panca membelai tubuhnya. Dia bahkan tak berdaya ketika penutup tubuh bagian bawahnya dibuka. Petaka pun terjadi. Perawan ABG itu terenggut di atas lantai beralas seadanya.

"Tak lama. Cuma sebentar saja. Dia minta berhenti. Sakit katanya," kata Panca.
Setelah kejadian itu, MW lantas mengenakan celananya kembali. Ia tetap berada di sana, berdua, tidur bersama hingga akhirnya pagi. Keesokan harinya, mereka kembali jalan-jalan bersama. Setelah hari mencapai siangnya, Panca mengajak MW ke rumah temannya yang letaknya di daerah Jalan Basuki Rahmat. Di sana mereka menumpang makan. Panca tak punya uang untuk hanya sekedar membelikan MW nasi bungkus. Tak hanya makan, di sana mereka bahkan menumpang tidur.
"Di sana kami tak melakukan apa-apa. Cuma tidir saja," tegas Panca.
Keesokan harinya, setelah menggadaikan hape miliknya, Panca mempersilahkan MM kembali ke rumahnya. MW dia naiki ojek.

"Setelah itu, saya tak tau lagi," ujarnya.
Dia termasuk tak tau kalau keluarga MW resah. Setibanya di rumah, MW dilabrak habis-habisan oleh orang tuanya. ABG itu akhirnya mengaku apa yang dialaminya selama 2 hari meninggalkan rumah.
Ayah MW benar-benar marah. Hari itu juga, Jumat (7/6), Panca yang telah merusak anak mereka, dicari. Panca pun akhirnya berhasil ditemui ketika ia berada di Anggrek Merah, dan selanjutnya diserahkan ke petugas Polsekta Bukit Bestari.
"Dia kita tetapkan sebagai tersangka," ujar AKP Arifin.

Atas perbuatannya, Panca dijerat dengan pasal 81 dan 82 UU perlindungan anak.





Label:

Posting Komentar